berpose sejenak sebelum masuk kelas
Time flies...
Kemarin rasanya baru belajar merangkak
Sekarang sudah ada di Primary School..
Rasanya tak ingin segera melepasmu dewasa, Nak
Bunda masih belum puas uyel-uyel kamu....
Love you, Nak
As always :)
Jam 5 pagi saya sudah terbangun lagi...
Dini hari tadi saya baru sukses tidur jam setengah 2...
Karena masih berasa ngantuk,saya coba tidur lagi
Tapi tidak lama,terdengar sayup-sayup suara Mama bicara dengan orang di luar..."ya Allah,hari Jumat dia masih belajar sama saya... Kapan gak adanya..."
Mendengar kalimat terakhir, saya langsung fully awake...
Saya langsung keluar kamar...
Melihat saya, mama langsung cerita bahwa muridnya yang bernama Aulia meninggal dunia.
Padahal, baru Jumat lalu mama mengajar dia.
Masih terbayang dia bertanya pada mama, bagaimana cara menulis...
Mata mama berkaca-kaca...
Begitu juga dengan saya...
Cerita mama lagi...
Namanya Aulia Oktaviana Sofyan, usianya mungkin 6 tahun karena baru masuk kelas 1 SD.
Anaknya halus dan baik hati. Badannya cukup besar, tapi dia takut pada Sasha karena Sasha suka jahili dia, bahkan pernah memukulnya (Duh, maafkan Sasha ya, Kak... Sasha suka gemas sama anak baik ). Aulia adalah anak satu-satunya.
Belum setahun lalu, Aulia jadi kakak, namun tak lama karena usia adiknya hanya 1 minggu.
Ibunya selalu rajin mengantarnya ke setiap kegiatannya.
2 hari yang lalu badannya panas. Tadi malam masuk RS karena panasnya tinggi dan kepalanya pusing sekali. Kata dokternya tampek yang tidak keluar (hmmm,penjelasan yang tidak ilmiah tampaknya, tapi dugaan saya dan bos saya (hanya dugaan nih) Aulia menderita DB (DSS = Dengue Shock Syndrome) *cmiiw*)
Duh, tambah teriris hati saya mendengar cerita mama. Saya tidak sanggup membayangkan betapa hancurnya hati orang tuanya yang dalam waktu dekat kehilangan 2 anak. Saya tidak sanggup membayangkan sakitnya ditinggal anak-anak tercinta.
Tadi malam, lagi-lagi, saya tidak bisa tidur.
Tiada kata lain yang mampu aku ucapkan untuk sahabat-sahabat baruku di MP...
Belum pernah kita bertatap muka,
Belum pernah bibir berucap sapa,
Namun hati serasa telah bertaut lama
Sahabat-sahabatku...
Terima kasih atas dukungan kalian semua
Tanpa dukungan, aku tak punya tenaga
Untuk menghadapi kenyataan yang ada...
Sahabat-sahabatku,
Terima kasih telah kau buka hatimu untukku
Terima kasih telah terbitkan tulus di hatimu...
Saya dan Sasha akan selalu butuh dampingan Sahabat-sahabat semua....
Keep in touch ya...
Akan terlalu panjang nama-nama yang saya tuliskan disini
Yang jelas, kalianlah keluarga dan saudara baru kami....