Hari ini adalah kali kedua aku lihat ibu dan anak peminta-minta di jembatan penyebaran patra jasa. Awal aku lihat pasangan ini, aku tidak menyangka mereka meminta-minta. Pakaian mereka cukup bersih. Badan mereka cukup sehat. Aku baru tahu kalau mereka peminta-minta setelah aku mendekat, melihat tas yang agak besar dan dari gumaman yang keluar dari mulut sang ibu.
aku sempat kaget. Timbul rasa iba tapi juga jengkel. Kenapa meminta-minta harus membawa anak yang sepantar dengan Sasha? Bukankah anak itu berhak untuk hidup yang lebih layak? Kenapa tidak ibunya saja yang bekerja di jalan?
Tapi, sesaat aku sadar... Kalau anak itu ditinggal, amankah ia? Kalau tidak diajak, siapa yang akan menjaganya. Dia pasti gak punya orang seperti si mbak yang selalu siap jaga Sasha. Tiba-tiba saja, pertanyaanku sebelumnya terasa picik sekali...
Mereka adalah orang-orang yang punya sedikit sekali pilihan... Mereka mestinya dilindungi... Gak dikejar-kejar kalau ada tramtib yang mengatasnamakan kepentingan negara...padahal entah kepentingan siapa yang mereka bela... Negera seharusnya memelihara kaum dhuafa seperti mereka... Tapi...Indonesia kita masih jauh dari jaya...
(foto diambil dari: www.tempointeraktif.com/hg/photost: TEMPO/ Arie Basuki; K19A/410/2003; 20031215].)