Showing posts with label sakit. Show all posts
Showing posts with label sakit. Show all posts

Sunday, August 15, 2010

Hospital Camp

Ini cerita di akhir juli kemarin, waktu saya, adik saya dan Aisha harus nge-camp di RS gara-gara kalah sama nyamuk DB :p

Awalnya, di hari Minggu di akhir Agustus, saya demam sampai lewat 38 derajat.Kepala pusing, tenggorokan sakit. Saya pikir radang tenggorokan karena saya kecapekan. Saya minum parasetamol buat turun panas dan bikin kepala saya agak tenang. Setelah itu, saya minta diterapi sama ayah vei karena kebetulan dia bisa mengobati juga. Setelah diterapi, saya pun pamit tidur. Saya agak kuatir hari Senin tidak bisa masuk kantor baru karena sakit ini.

Ternyata, hari Senin, saya bangun dengan badan yang delicious, hehehe... Saya pikir, si ayah jago juga terapinya. Langsung manjur. Saya bangun udah gak pake demam, gak pake pusing, hanya agak sedikit sakit tenggorokan. Tapi saya tetap bawa parasetamol ke kantor. Kuatir kumat lagi karena biasanya saya butuh waktu 3 hari untuk pulih dari radang tenggorokan.
Benar saja, hari Senin siang, saya merasa kepala pusiiing banget jadi mesti konsumsi parasetamol lagi. Tapi setelah minum, semua normal lagi sampe hari Selasa.

Selasanya saya masuk kantor seperti biasa. Gak ada keluhan. Suhu badan pun normal.

Tapi mnjelang sian, kepala saya mendadak sakit lagi. Kali ini saya pikir saya kelaparan karena belum makan.
Setelah mencarikan Sasha alas makan di C4, saya segera makan. Tapi sakit kepala gak juga mereda. Saya minum parasetamol lagi. Tapi tidak terlalu membantu.
Saat pulang, di transj, kepala saya sangat sakit. Saya segera sms ayah untuk dijemput di PGC. Saya ajak makan ayah di Solaria karena saya pikir pusing saya karena belum makan. Tapi lagi-lagi, sakit kepala gak pergi juga. Begitu sampe rumah, aku langsung istirahat dan tidur.

Hari Rabu pagi, saya benar-benar terkapar. Kepala yang sakit banget, demam yang lewat 38 derajat dan kedinginan yang amat sangat.
Segera saya kirim e-mail ke kantor minta ijin sakit.
Karena sakit kepala yang amat sangat, saya minum semua obat (hehehe,buat diri sendiri gak RUM banget :D)
Saya pakai jaket, celana training dan kaos kaki untuk mencegah kedinginan, padahal saya lagi demam.
Saya minum air banyak-banyak plus mandi air hangat biar demamnya turun. Tapi ternyata cuma setelah mandi yang membuat saya merasa agak lebih enak.
Sakit kepala yang aneh ini membuat saya curiga saya kena DBD karena beberapa waktu lalu ada murid mama yang langsung DSS dan dia mengeluh sakit kepala hebat.
Tapi yang bikin ragu, di sekeliling rumah gak ada yang kena DBD dan saya baru demam hari ini.
Menjelang siang, saya makin demam, saya minum parasetamol lagi. Untunnya parasetamol kali ini cukup ampuh. Sakit di kepala saya agak berkurang.
Saya diantar ayah ke klinik untuk minta surat rujukan dan setelahnya langsung menuju ke RSPP.

Sampe di RSPP, begitu kena AC, saya langsung menggigil lagi. Saya minta diantar ke IGD karena saya sangat kedinginan. Sampai di IGD saya langsung diinfus. Demam saya sampai 40,2 derajat. Sakit kepala yang agak memudar jadi sakit lagi. Setelah diinfus, darah saya langsung dicek. Kalau tidak salah trombosit saya masih bagus saat itu, masih 157.000an. Saya suspect DB. Melihat gejala yang ada, ayah minta untuk dirawat inap untuk observasi. Setelah diinfus, demam saya masih belum bergeming dari angka 40.

Besoknya, darah saya diambil lagi. Demam sudah turun ke angka 39. Trombosit saya sudah turun ke angka 97000. Setelah di angka 97000, ambil darahnya sehari 2x, hiks hiks.
Trombosit saya terendah adalah 23000. Cuma saya gak bisa cerita apa yang terjadi, soalnya yang saya inget, saya cuma pengen tiduuuuuuuur terus. Konon katanya si ayah sampe takut ngeliat aku tidur terus.

Yang saya inget, saya dicekokin jus jambu sama sari kurma. Sempet dirotgen karena sesak napas dan batuk-batuk tapi hasilnya bagus, gak ada kebocoran, walaupun masih agak sesak. Infus kayaknya cepet banget abisnya. Saat trombosit turun ke 23000, saya gak boleh sikat gigi ataupun menggaruk kuping. Katanya hal ini mencegah perdarahan. Saya pun gak boleh turun dari tempat tidur. Trombosit 23000 itu bertahan sampai 2 hari.  Trombosit akhirnya naik perlahan ke angka 29000 dan akhirnya bisa keluar setelah trombositnya 120.000. Total jendral perawatan 9 hari yang penuh dengan sesak dan muaaaal luar biasa.

Oya, setelah 3 hari dirawat, aku denger berita adikku dirawat di RS yang berbeda dengan diagnosa yang sama. Sama-sama DB, padahal kita beda rumah (apa DBD menular lewat bb ya? soalnya saya pas sakit ngobrol melulu sama dia, hehehe ). Tapi untungnya dia cuma sebentar dirawat. Hanya 4 hari dan trombositnya tidak sempat di bawah 100.000.

Begitu pulang dari RS, saya harus menghadapi Sha yang demam juga, karena sudah 3 hari demam, Sha cek darah ke RS. Dan ternyata positif DB juga. Karena saya masih belum terlalu pulih dan gak bisa jaga asupan sasha apalagi sampe begadang, akhirnya Sha pun ikut dirawat. Alhamdulillah Sha dirawat 5 hari saja dan trombositnya juga gak terlalu banyak turun.

So, kalo ditotal jendral, saya nginep di rumah sakit sampe 14 hari
Sampe hapal sama rumah sakitnya, hehehe.
Mudah-mudahan gak lagi-lagi deh segitu lamanya.

*btw, kenapa sampe sekarang masih sesak ya?*


 

Monday, December 22, 2008

Demam Berdarah...

Malam tadi sekitar jam 22.00, ada sms masuk dari teman yang anaknya mimisan terus-menerus. Dia mau ke dokter anaknya Sasha, tapi ternyata DSAnya ke luar kota. Akhirnya minta rekomendasi ke DSA yang lainnya.

Sampai di DSA, dia diminta untuk cek lab karena dikuatirkan DB. Tapi ternyata tesnya tidak menunjukkan DB, so tidak opname. Untuk mimisannya, masih harus observasi.

Sekedar untuk mengingatkan saja, sekarang lagi wabah DB...
Berikut artikel yang diambil dari WHO oleh mbak Yuli Sukri dari milis sehat untuk dibaca-baca dan ada artikel lain dari medicastore untuk dibaca di sini
Untuk mengingatkan kita mengenai penyakit DB.
Semoga semua tetap sehat ya...
Kan mau liburan... :D


www.who.int

Tanya-Jawab tentang Demam Dengue

Apa yang dimaksud Demam Dengue?
Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk
demam.
Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan.
Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau
kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan
juga
tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan
yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut
DengueHemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang
penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS (Dengue Shock
Syndrome).

Kapan kita mencurigai Dengue?
Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak.
Demamtinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit
kepala hebat umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu
dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan
terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di
hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala
dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien
merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?
Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di
belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit.
Dari
tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena
Dengue.

Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah
yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.

Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?
Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti
yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada
badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini
berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh
100 – 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit
orang yang terinfeksi virus dengue.

Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?
Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam
dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?
Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang
biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul
setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari
(rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?
Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak
menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien
yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin
terdapat 4 – 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala
yang ringan saja.

Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?
Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk
demam dengue. Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang
dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan
panas dan sakit sendi.

Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa
meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika
memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus
dihindari.

Dapatkah dengue menjadi berbahaya?
Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada
dinding pembuluh darah.

Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh
darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju
berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat
timbulnya perdarahan.

Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom Shock Dengue
berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi dari
komponen pembeku dalam darah.

Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?
Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi
beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah
(DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan
penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa
disembuhkan.
Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan
banyak jiwa.

Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke
dokter?
Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock
syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu,
biasanya demam menurun. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka
bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan.

Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan
kewaspadaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus
diperhatikan adalah sakit perut yang hebat, muntah terus menerus,
perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau
keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam
seperti arang.

Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas
yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang
berkepanjangan.

Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan.
Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock
Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan
dingin(karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.

Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?
Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih
dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi
akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa
tahun ke depan.

Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?
Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu.
Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu.
Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar
menghubungi dokter.

Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?
Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan
di
tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di
tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan
bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan
daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva
dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.

Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?
Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka.
Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot,
baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki,
botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dll.

Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari
penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang semua benda-benda yang
dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari rumah dan
sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung
air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll.
Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan
sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang
Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk
mencegah
larva berkembang menjadi dewasa.

Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?
Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue
atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari
gigitan nyamuk.

Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah
pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.
Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk.
Oleskan anti gigitan nyamuk – hati-hati menggunakannya pada anak-anak
dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik
pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari.

Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan yang tidur
di
siang hari.Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi
insektisida pyrethroid(permethrin).Kelambu seperti ini banyak
digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.

Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran
kepada orang lain?
Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui
gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini
dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti
gigitan nyamuk(repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit
nyamuk sehingganyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?
Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock
syndrome harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.

Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?
Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue.
Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan
oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat
berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah.

Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana
yaitumencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat
berkembang biakAedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari
berbagai wadah, dengansecara teratur mengganti air dan membersihkan
vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna
dihancurkan/dibuang jauh-jauh.

Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, "pembersihan rumah" oleh semua
anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk,
sehingga mencegah terjadinya dengue.

Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue
adalah "meniadakan sumbernya" atau meniadakan tempat berkembang biak
nyamuk.

Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?
Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun
untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat
dibantu dengan "thermal fogging" menggunakan mesin semprot (fogging).

Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera
membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya
epidemi, kegiatanini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika
dilakukan setiap 3- 4 hari.

Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan
oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya
nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan
nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.

Wednesday, December 17, 2008

Sha Sakit...Tapi Bunda Harus Dinas ke Bandung

My dearest Sasha,
Bunda harus berangkat ke Bandung untuk dinas
Bunda tahu Sasha sedang sakit batuk dan agak demam
Tapi Bunda sudah berikan yang terbaik untuk Sha
Bunda juga sudah sharing dengan para Smart Parents di milis dan Bunda sangat lega karena home treatment yang Bunda kasih sudah benar.

Rasanya sedih kalo liat Sha batuk sampe muntah-muntah
Tapi memang begitu mekanisme mengeluarkan dahak ya, Nak
Jadi jangan takut muntah, kan virusnya keluar melalui dahak.

Perbanyak makan sayur dan buah ya, Cinta
Minum air hangat supaya dahaknya lebih cair
Bilang Ayah gak usah pake AC kalo bobok
Pakai transpulmin supaya dadanya hangat
Kalo demam Sha membuat Sha gak nyaman, minum parasetamol ya, Nak

Bunda berat hati meninggalkan Sasha
Tapi Bunda tahu Sha ditangan orang-orang yang handal
Ada Ayah, Nenek, Akung dan Om Dhika

Hari Sabtu Bunda pulang ya, Sayang
Bunda yakin Sha pasti sudah lebih sehat
Angkat telpon kalo Bunda telpon, kalo baterainya habis jangan lupa di-charge

My dearest Sha,
No matter how far...I love you always and forever
Cepat sembuh ya, Cinta

Peluk cium dari Bunda
XOXO

Wednesday, December 10, 2008

Sasha Luka....Tanpa Nangis!!!

Kemarin sebelum berangkat ke kantor, Sha tiba-tiba mendekat dan nunjukin jarinya yang berdarah.
Dia cuma bilang, "Nda, liat deh..." (sambil nunjukin darah di jarinya)
Bunda kaget..."Lho, kenapa dek, tangannya luka?"
"Enggak kok," kata Sasha
"Ini darah nyamuk ya? Mana nyamuknya?" Bunda ngeliatin lengan Sasha dan liat ada bercak darah di situ. "Ooo...ini ya, dek" Bunda sebetulnya masih agak bingung, kok Sha hebat banget bisa nepok nyamuk...
"Udah ya, dek, Bunda berangkat dulu"...
"Iya... Eh, Bunda...liat, baju sasha ada darahnya" sambil nunjuk di sekitar kerahnya
"Oiya ya, dek... Darahnya sampe situ. Adek oser-oser ya? (oser-oser = dileletin)"
"Bunda, aku katut dong... (katut = ikut)", ini cara Sasha nganterin sampe pintu... minta gendong sambil pura-pura lupa kita bawa dia...
Pas sampe depan pintu, ada tetangga yang menyapa Sasha...
Dideketinnya Sasha...dan tiba-tiba bilang "Lho, Sha, kok telinganya berdarah gitu"
Aduh...hati Bunda sampe mencelos waktu liat daun telinga Sasha bergenang darah gitu...
Nenek yang lagi nyapu langsung ikutan liat...trus nenek bilang, "Ooooh...Sha kena sisir ya? Telinganya robek ya... Iya, nak?"
Pas Bunda amatin, ternyata emang bener daun telinga Sha robek. Tapi tumben banget Sha gak nangis dan gak heboh karena luka...
Setelah dia ngeh telinganya luka...baru deh mulai merengek, tapi gak terlalu heboh kayak biasanya...cuma gak mau mandi karena gak mau kena air,hueheheehhehehehe

So, setelah Bunda urut-urutin, mungkin Sha gak heboh karena:
  1. Sha memang tidak merasa sakit, secara di daun telinga, syarafnya kan gak terlalu banyak ya (hehehehe, ini sok tau nih)
  2. Sha merasa salah karena sisiran pake sisir yang dia tahu sisirnya tajam, udah dikasih tau tapi pura-pura gak denger.
  3. Dia tau ada darah tapi gak tau asalnya dari mana, jadi dia gak kaget.
Cuma, gimana juga, Bunda sempet bete...kok bisa nggak tau kalo Sha luka begitu.
Ya, gimana-gimana juga, anak kan bisa aja gak tau masalah gawat darurat yang dia alami.
Setelah kejadian itu, Bunda bilang ke Sasha..."Sayang, kalo Sha merasa ada yang luka, ada yang sakit, langsung bilang ke Bunda ya, Nak. Jangan diam aja. Bunda gak marah kok kalo Sha luka atau sakit. Yang penting bilang Bunda ya, Nak."
Sha langsung angguk-angguk...

My dearest Sha,
Walau Bunda suka sebel kalo Sha gak mau jalan sendiri kalo kaki Sha luka.
Walau Bunda suka sebel liat Sha over acting kalo lecet,hehehe
Tapi Sha harus tetap bilang kalo Sha sakit ya...
Supaya Bunda bisa ambil tindakan yang tepat untuk membantu Sha...
I love you ya, Nak...
Love you banget

Thursday, October 9, 2008

Flu Nih...

Waktu mau berangkat ke Bandung di hari lebaran ke-3, om Dhika kena flu...
Bunda serem aja Sasha ketularan...
Alhamdulillah sepanjang di Bandung, Sha aman.

Pulang dari Bandung, Ayah ketularan flu dari om Dhika...
Bunda udah deg-degan, Sha pasti ketularan...
Soalnya, kalo Ayah sakit, Sha pasti ikut sakit.
Ternyata bener, di hari ke-2 Ayah flu, Sha ikutan meler...
Untung gak pake demam, cuma sedikit batuk aja.
Bunda, seperti biasa, tenang-tenang aja karena yakin gak bakal ketularan dari siapa pun
karena emang biasanya gak pernah ketularan.

Hari Senin masuk kantor, Pak Bos kena flu juga...
Waduh...Bunda dikelilingin orang flu dimana-mana...
Tapi Bunda masih tetep tenang.
Sampe hari Rabu, Pak Bos masih flu.
Bunda udah merasa kecapean dan mulai bersin-bersin.
Naga-naganya,bakalan ketularan juga nih...

Hari Kamis kepala mulai berat, mucus mulai memenuhi hidung dan meler dengan sukses
Pulang dari kantor langsung ambruk dan minta dikerokin Ayah
tapi...
Hari ini, Bunda masih ngerasa berat kepalanya...
Masih tetep meler...
Mata agak bengkak (yang ini gak tau kenapa)...
So, pagi ini, BUnda udah nyiapin secangkir teh hijau..
Mudah-mudahan bisa agak lumayan lah...

Duh, flu...flu...
Cepet pergi dong... besok kan Sha mau pesta ultah...Bunda perlu tenaga banyak nih...
Flu kan gak diundang...gih sana pulang
Hehehe

gambar dari: www.patentdocs.net

Monday, July 7, 2008

Alhamdulillah... Sha Sudah Membaik...

Kemarin Sha sakit...
Tapi Bunda gak bisa pulang cepat karena harus lembur di kantor. Bunda baru sampe di rumah jam 19.15. Pulangnya dalam keadaan stres... soalnya ikutan nyupir bisnya... Kok bisa ikutan nyupir...?? Gimana gak ikutan nyupir, wong Bunda berdiri di depan pintu dan si supir bis tanya sama kenek di dekat Bunda..."Woi, itu rem kenapa...kok bunyi-bunyi ... Pernya ambrol ya..." Trus si kenek turun dan ngeliat...lalu si kenek menjawab ragu-ragu..."gak papa kok..." Dan si supir melanjutkan perjalanan dengan ragu-ragu juga (Tapi kok sambil ngebut ya...). Kalo mobil di depan udah mepet, si supir dengan buru-buru mengocok si rem bus biar bisa brenti. Di puteran UKI yang mengerikan itu, si supir juga masih nekat jalan kenceng... Duh, sampe mau copot nih jantung.

Back to Sasha...
Sampe rumah, Bunda buru-buru mau ketemu Sasha. Waktu di kantor, Bunda telpon Sasha tiap 3 jam sekali. Pas ketemu Sasha, rasanya legaaaa banget... Sha udah ceria... Udah lari-lari lagi dan heboh main scooternya. Masih batuk sih, tapi udah gak panas lagi. Dahak sudah bisa keluar tanpa memuntahkan makanannya. Udah bisa makan juga walau oatmeal saja. Sebelum tidur, Sha sempat ngabisin oatmeal 1 piring. Malamnya juga sudah tidak panas lagi jadi gak perlu minum parasetamol.

Menjelang subuh, panasnya balik lagi tapi gak demam. Bunda bertahan gak kasih parasetamol. Batuknya juga agak kencang dan berdahak. Maunya nenen terus. Setelah jam 5.30, Sha mau bangun. Setelah bangun, suhu badannya gak setinggi pas tidur. Gak lama, Sha batuk-batuk lagi dan dahaknya keluar. Setelah dahaknya keluar, batuknya gak terlalu sering. Bunda sedih sih denger Sasha batuk. Neneknya udah tanya-tanya, boleh gak dikasih Mucopect yang ada di rumah. Duuuh...enggak deh, Nek.. Batuk itu kan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan virus... Jadi diminumin air hangat aja supaya dahaknya gampang keluar, gak usah pake obat. Yang penting Sha ceria seperti biasanya.

Sebelum berangkat, Bunda wanti-wanti sama Sasha untuk banyak-banyak istirahat. Bunda tanya Sasha, "dik, banyak-banyak istirahat ya... kalo istirahat, adik harus apa...?" Jawab Sasha..."bobok..." Siiiip deh anak Bunda... Cepat sehat ya, Nak... Bunda love you banget...

foto: ini pas sasha demam juga... digendong nenek

Monday, October 1, 2007

Sha Sakit...

Mulai hari Kamis malam, SHa sumeng... kepalanya terasa panas bila dipegang. Aku kuatir Sha kena radang tenggorokan karena hari Rabu, ayah beliin es krim buat Sha.
Aku sempat juga mencicipi es krim Sha. Manis banget...sampe sakit di tenggorokan.

Jumat dini hari...saat sahur Sha ikutan bangun. Dia minta mie karena lihat kami makan mie. Aku rebuskan sedikit kemudian kuambil mie dan kucampur dengan kecap. Dia makan cukup lahap. Tapi sesaat kemudian, Sha muntah. Kuraih dia dalam dekapanku, terasa suhu badannya cukup tinggi. Sha mulai menangis. Entah kenapa, dia selalu ketakutan bila muntah.

"Dek, bunda ukur dulu ya... Adek kok badannya panas. Adek sakit ya...?"

Alisnya langsung ditautkan, seperti meringis... (sepertinya anakku berbakat akting )

"Taruh sini ya, bunda (sambil menunjuk ketiaknya)"

"Iya. Tunggu sampe bunyi beep-beep ya..."

Setelah beep-beep berbunyi, ternyata temperaturnya 39,38

Ayahnya langsung ambil obat flu untuk anak. Diminumkannya 5 ml.Setelah itu SHa bisa tidur lagi... Tapi rasanya sedih banget, SHa kecilku sakit lagi... Rasanya tiap 2 bulan sekali Sha pasti sakit. Walaupun di setiap sakitnya, tidak perlu ke dokter, tapi sedih liat SHa tidak seceria biasanya.

Sebelum berangkat ke kantor, aku pesan ke mbaknya Sasha, segudang pesan aku sampaikan. Minumkan Sha obat panasnya, minumkan vitaminnya, kompres kalo panas lagi, diukur suhunya tiap 2 jam sekali dan segala tetek bengek lainnya.

Ternyata sepanjang hari Sha demam. Setiap sakit, demamnya Sha selalu sampai pada kisaran 40-42 derajat celcius. Bikin hati ini rasanya sakit. Pengennya, bunda aja yang sakit. Jangan Sha. Ingin rasanya berbagi sakit dengan Sha.

Jumat malam, SHa minum 2x tempra. Demamnya mencapai 39 -40. Sabtu paginya, aku telp DSA-nya Sha. Ternyata dia gak praktek di rumah. Lewat telpon, dia meresepkan Novalgin. Saya sempat tidak setuju membelikan, tapi SHa harus tidak demam sampai ketemu dokternya. Akhirnya, Sha minum Novalgin 5ml jam 8 pagi. Demamnya berangsur turun. SHa bisa tidur cukup lama. 1 jam kemudian, suhunya jadi 37. Dan terus bertahan sampai ketemu SPAnya. Setelah diperiksa, obat diresepkan berupa syrup cefat dan nalgestan.

Alhamdulillah, SHa sudah berangsur sembuh. Aku benar-benar berharap Sha tidak sakit lagi setelah ulang tahunnya yang ke-2 tanggal 7 Oktober ini.

Sha...bunda akan jaga Sasha supaya gak sakit lagi ya... Supaya Sha tidak banyak-banyak minum antibiotik... Supaya berat badan Sha gak habis karena SHa sulit makan. Bunda sayang Sha... always and forever...